18 Agustus 2016

Pembaharu Muda: Bagja Nugraha

Assalamualaikum. Namaku, Bagja Nugraha. Mewakili LSM No Tobacco Community, aku adalah salah seorang Pembaharu Muda. Bersama dengan Yayasan Lentera Anak dan Gerakan Muda FCTC, aku melakukan serangkaian aksi guna menggalang dukungan bagi aksesi FCTC di Indonesia. Aku tidak sendiri. Ada 19 Pembaharu Muda lainnya di 16 Kota di Indonesia yang juga melakukan aksi serupa denganku. Bersama-sama, kami 20 Pembaharu Muda dari 17 Kota di Indonesia, melakukan revolusi di republik ini. 

Pembaharu Muda




Berbagai cara aku lakukan untuk menggalang dukungan masyarakat bagi aksesi FCTC di Indonesia. Pada tanggal 8 Maret 2016, aku bersama dengan Citra Demi Karina (Pembaharu Muda asal Jakarta) dan Mas Bambang (Ketua LSM No Tobacco Community) melakukan talkshow di radio Megaswara Bogor. Kami berbicara mengenai apa itu FCTC dan pentingnya aksesi FCTC bagi Indonesia. 

Selanjutnya pada tanggal 12 Maret 2016, aku bersama dengan Tasripul Iman (Pembaharu Muda asal Bekasi) dan juga Mas Bambang kembali melakukan talkshow di radio RRI Pro 2 FM Bogor. Kami kembali berbicara mengenai apa itu FCTC dan pentingnya aksesi FCTC bagi Indonesia. 

Pembaharu Muda Talkshow RRI Pro 2 FM

Selain talkshow di radio, aku bersama teman-teman Relawan No Tobacco Community juga melakukan roadshow ke berbagai sekolah. Kami mengajak anak-anak Indonesia untuk menulis ‘Surat untuk Presiden’. Surat untuk Presiden adalah surat yang berisikan harapan anak-anak Indonesia agar Indonesia terbebas dari iklan rokok dan asap rokok. Surat-surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, agar beliau segera menandatangani FCTC. Sehingga harapan mereka menjadi nyata. 

Pada tanggal 14 Mei 2016, bersama dengan Ries Yulia (Relawan No Tobacco Community), aku menggalang Surat untuk Presiden di Pondok Pesantren Fajrussalam, Bogor. Pada tanggal 16 Mei 2016, bersama dengan Ries Yulia dan juga Sevi Syophia (Relawan No Tobacco Community), aku menggalang Surat untuk Presiden di SMP Plus Madaniah, Sukabumi. Pada tanggal 23 Mei 2016, bersama dengan Mas Bambang, aku menggalang Surat untuk Presiden di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Bina Masyarakat Mandiri Masfiah Rasyid, Bogor dan juga melakukan penggalangan di Pondok Pesantren Fathan Mubina, Bogor. 

Kemudian pada tanggal 25 Mei 2016, bersama dengan Mas Bambang, aku melakukan penggalangan Surat untuk Presiden di SMK Yayasan Baitul Mukaromah, Bogor. Pada tanggal 26 Mei 2016, bersama dengan Gatari, Siti Komariah, Diwanti (Forum Anak Kota Tangerang Selatan) dan juga Sevi dan Tyo (Relawan No Tobacco Community), aku melakukan penggalangan Surat untuk Presiden, di SD Islam At-Taqwa, Tangerang Selatan dan SMP 18 Tangerang Selatan. 

Kami juga melakukan Aksi Surat untuk Presiden di kampus-kampus. Beberapa kampus yang diselenggarakan aksi ini ialah: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bekerja sama dengan Relawan No Tobacco Community, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus Syahid; dan Universitas Islam Ibnu Khaldun Bogor, bekerja sama dengan teman-teman Relawan No Tobacco Community. Aksi yang dilakukan di kedua kampus tersebut bermacam-macam. Dari hanya sekedar mengajak teman-teman dekat untuk menulis surat, menjadi narasumber dalam Workshop Social Activism pada tanggal 15 Mei 2016, membuka Posko Penulisan Surat untuk Presiden, menjadi narasumber dalam Talkshow Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada tanggal 1 Juni 2016, dan menempel Poster Penggalangan Surat untuk Presiden. 

Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor juga tidak luput menjadi ajang penggalangan Surat untuk Presiden. Pada tanggal 15 Mei dan 22 Mei 2016, bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor, teman-teman Relawan No Tobacco Community (Mas Bambang, Deden Fadillah, Cory Selviana Devi, Siti Ipah Masripah, Ries Yulia, Annesia Suci, Irma Supenti, Rahmatia, Kamil, Sulha, dan kawan-kawan) dan teman-teman Forum Anak Kota Bogor (Karien, Ufah, Aisha, Nesya, Caca, Raras, dan kawan-kawan), kami melakukan Aksi Surat untuk Presiden saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Kota Bogor. Aksi penggalangan surat tersebut juga diwarnai dengan kegiatan senam sehat dan mobil curhat bersama masyarakat Kota Bogor. 

Relawan No Tobacco Community

Bulan Mei. Teman-teman menyebutnya sebagai Bulan Tanpa Tembakau. Karena pada bulan inilah dirayakannya Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada tanggal 31 Mei 2016. Ada beberapa agenda yang aku ikuti dalam rangga menggalang dukungan masyarakat bagi aksesi FCTC di Indonesia. 

Bersama dengan Pembaharu Muda beserta Yayasan Lentera Anak, Gerakan Muda FCTC, dan 22 organisasi/komunitas lainnya, kami melakukan aksi “10.000 Pesawat Kertas untuk Presiden” pada tanggal 29 Mei 2016. Aksi ini sebagai peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia sekaligus simbolisasi penyerahan surat dari masyarakat kepada Presiden; yang sebelumnya sudah dikumpulkan dalam aksi Surat untuk Presiden. Kami melakukan aksi tersebut di depan Istana Negara saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Aksi dihiasi dengan teater, pembacaan puisi, pembacaan surat, dan penerbangan balon + pesawat kertas. 

10.000 Pesawat Kertas untuk Presiden


Aku juga melakukan beberapa kegiatan dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kota Bogor. Aksi Surat untuk Presiden di saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor pun adalah salah satunya. Selain itu, kami membantu Dinas Kesehatan Kota Bogor menyelenggarakan Lomba Orasi Kesehatan pada tanggal 28 Mei 2016. Aku tampil sebagai orator pembuka, berbicara mengenai urgensi diaksesinya FCTC oleh Indonesia. 

Hari Tanpa Tembakau Sedunia juga dilakukan peringatannya di Plaza Balaikota Bogor dan dihadiri langsung oleh Walikota Bogor, Bima Arya. Dalam agenda tersebut, aku memimpin teman-teman organisasi/lsm/komunitas untuk membacakan Deklarasi Dukungan Masyarakat Kota Bogor dalam Pengendalian Tembakau. Dalam deklarasi tersebut, kami juga menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengaksesi FCTC demi melindungi generasi kini dan mendatang dari dampak konsumsi produk tembakau (rokok). Setelah itu, kami membubuhkan tanda tangan dukungan pada spanduk deklarasi bersama-sama dengan Walikota Bogor. Pada hari itu juga, aku diwawancara oleh RRI melalui telepon untuk menceritakan Aksi Surat untuk Presiden yang sudah dilaksanakan dan menyampaikan urgensi aksesi FCTC bagi Indonesia. 

Selain kegiatan menggalang dukungan untuk aksesi FCTC, aku juga mengikuti kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian tembakau lainnya. Aksi pertama yang aku lakukan adalah memperingati Hari Bumi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aku mengemasnya agar sesuai dengan pengendalian tembakau, dengan memasukan tema “Bersihkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari Sampah Rokok”. Dalam kegiatan ini aku dibantu oleh teman-teman dari LDK SYAHID (Gifari, Riyadi, dkk) dan Islamic Otaku Community (Isma, Zia, Suci, Maya, Ui, Roma, dkk). Kami melakukan kegiatan memungut puntung rokok dan berkeliling kampus, berkampanye di setiap fakultas sambil membaca puisi dan berorasi. Inti dari orasi yang kami sampaikan adalah supaya mahasiswa mentaati Kode Etik Mahasiswa yang sesuai dengan pernyataan bahwa Kampus adalah Kawasan Tanpa Rokok. 

Pada bulan Juni, aku bersama dengan Cory Selviana Devi dan Muhammad Gifari (Relawan No Tobacco Community) mengikuti aksi “Show The Bigger Truth” yang diselenggarakan oleh Smoke Free Agents saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jakarta pada tanggal 5 Juni 2016. Kami mengampanyekan agar Pictorial Health Warning / Peringatan Kesehatan Bergambar yang ada di bungkus rokok diperbesar. Agar masyarakat benar-benar sadar akan bahaya rokok dari gambar yang ditampilkan. 

Show The Bigger Truth


Memperingati Hari Anak Nasional, aku sebagai Pembaharu Muda bersama dengan Yayasan Lentera Anak dan Gerakan Muda FCTC menyelenggarakan Funwalk Anak Nasional pada tanggal 24 Juli 2016 di Jakarta. Agenda ini bekerja sama dengan berbagai organisasi/komunitas lainnya, yaitu: No Tobacco Community, Forum Anak Tangerang Selatan, Forum Anak Jakarta, SMPIT Ar-Rahman, Klub Jantung Sehat, Aliansi Selamatkan Anak Indonesia, Pramuka, Situ Gintung Jogging Club, dan 9CM. Funwalk Anak Nasional ini bertujuan untuk menyuarakan bahwa anak-anak bukanlah target dari industri rokok. Maka dari itu pemerintah perlu untuk memberi perlindungan bagi anak-anak. Salah satunya dengan aksesi FCTC di Indonesia. 

Anak Bukan Target


Di bulan Agustus, aku atas nama LSM No Tobacco Community diundang menjadi narasumber untuk berbagai penyuluhan kesehatan yang berkaitan dengan bahaya rokok dan narkoba. Penyuluhan-penyuluhan ini diselenggarakan oleh beberapa Kelompok Kuliah Kerja Nyata UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengabdi di daerah Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Dalam berbagai kesempatan tersebut, selain memberikan materi penyluhan, aku juga mengajak para peserta yang merupakan anak-anak sekolah untuk membuat video. Video tersebut berisi permohonan anak-anak agar Presiden Republik Indonesia bisa melindungi mereka dari iklan rokok dan asap rokok. 

Alhamdulillah, salah satu Kelompok KKN menindaklanjuti penyuluhan yang dilakukan bersamaku, dengan membuat Gerakan Rumah Tanpa Asap Rokok. Program ini dilaksanakan oleh Indah Putri Lestari bersama Kelompok KKN 239 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bernama KKN BIMA SAKTI. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak merokok di dalam rumah. Mereka bekerja sama dengan ibu-ibu pengajian dan remaja masjid di Kampung Kejaren, RW 03 Kel. Jelupang, Kec. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Pak RW yang mengukuhkan bahwa masyarakat kampung Kejaren berkomitmen untuk menjalani gaya hidup sehat, Rumah Tanpa Asap Rokok. Aku turut membantu dalam mengonsep kegiatan dan bagaimana mengikat komitmen dari masyarakat. 

Di Kota Tangerang Selatan, aku bersama teman-teman Relawan No Tobacco Community membentuk Persekutuan Pengendalian Tembakau Tangerang Selatan. Aliansi ini diikuti oleh teman-teman Forum Anak Tangerang Selatan (Gatari, Seno, Siti Komariah, Diwanti, Gina, Garini, dkk), Situ Gintung Jogging Club (Afif, Widy, dkk), 9CM (Farah, Jannah, dkk), DEMA FKIK UIN Jakarta (Firdaus [Ketua DEMA], Mutoharoh [Wakil Ketua DEMA], dkk) dan HMPS Kesmas UIN Jakarta (Fauzan [Ketua HMPS], Wulan, dkk). Persekutuan ini dibentuk untuk turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan pengendalian tembakau di Tangerang Selatan dengan kekhasan dari masing-masing organisasi. 

Dari berbagai kegiatan yang aku lakukan tersebut, banyak hal yang menjadi pelajaran. Salah satunya adalah pentingnya menjalin hubungan dengan banyak kawan untuk berjuang bersama-sama. Aku tidak akan bisa melakukan kegiatan-kegiatan talkshow, aksi, roadshow dan lain-lainnya tanpa teman-temanku. Aku mendapat bantuan dari mereka bagaimana agar bisa melakukan talkshow di radio, bagaimana agar bisa melakukan roadshow di sekolah-sekolah, bagaimana agar bisa melaksanakan aksi bersama masyarakat, dan sebagainya. Maka aku mengajak kawan-kawan semua yang membaca ini, untuk terus menjalin hubungan baik dengan teman-temannya. Saling membantu untuk mengupayakan kesejahteraan bagi bangsa ini. Mari, bersama-sama, dukung aksesi FCTC untuk melindungi generasi kini dan mendatang dari dampak konsumsi produk tembakau (rokok). United We Stand, Divided We Fall.