17 Mei 2013

Mendaki Gunung Slamet



 Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh

Salam sejahtera bagi kita semua :D

Untuk postingan ini, plus salam sejahtera bagi para pendaki Gunung Slamet ;) 



Buat temen-temen yang mungkin belum tahu, pada liburan semester tiga kemarin gue dan beberapa kawan SMA dari Rafah Islamic Boarding School mengadakan trip ke Purwokerto untuk mendaki Gunung Slamet.


Mungkin gue mau nyeritain teknisnya dulu aja nih ya, biar berasa jadi penulis yang suka menulis tentang kisah perjalanan :3 #halah

Gue dan kawan-kawan berangkat dari Jakarta, tepatnya Stasiun Pasar Senen, menggunakan kereta api. Kalo gak salah, kereta apinya itu namanya Kutojaya Utara.

Asyik lho naik kereta api :D Hal yang paling bikin gue terkesan adalah, dari Jakarta ke Karawang hanya sekitar 30 menit tuh kalo gak salah. Gue takjub soalnya gue biasa ke Karawang naik mobil. Jadi maklum ya, agak norak sedikit ._. sedikit aja tapi~

Kami sampai di Purwoerto sekitar pukul 12.00 siang. Sepi stasiunnya. Nggak kayak stasiun-stasiun Commuter Line yang di JABODETABEK ._. Lagian ya keretanya juga jarang-jarang sih yah, di Purwokerto mah belum ada Commuter Line. Hehehe

Setelah dijemput oleh temen yang kuliah di UNSOED, kami menuju ke kost-annya menggunakan taksi. Enak lho mumpung dibayarin. Kemudian kami beristirahat semalam di kostnya tersebut, sembari merancang rencana perjalanan.

Keesokan harinya, sempet jalan-jalan dulu sedikit di pinggiran UNSOED. Ternyata kawasan UNSOED ini hampir kayak UI gitu kalo kata gue sih. Tapi gak pake gerbang. Jadi komplek-komplek bangunannya itu terpisah dan dilewati oleh jalan umum. Jadi kepikiran, mungkin sama seperti konsep Pondok Pesantren GONTOR yang nggak make pager dan nyatu sama perumahan penduduk *kata kyai gue*.

Kami memutuskan untuk menuju Gunung Slamet pada malam hari, jam 20.00 dan mulai mendaki pukul 23.00. Karena biar kita bisa cepet sampai Pos Satu, dan istirahat disitu.

Keesokan harinya, kami merencanakan untuk bisa segera mencapai Pos Lima pada sore hari. Karena sebagaimana di Pos Satu, di Pos Lima itu ada pondokannya, jadi enak buat istirahat. Hehehe. Berangkat sekitar pukul 08.00 atau 09.00 gitu, sampai di Pos Tiga pada waktu dzuhur, kami istirahat dulu agak lama untuk makan, shalat dan tidur siang.

Sesampainya kami di Pos Lima pada keadaan hujan. Alhamdulillah kan, ada pondokan disitu, jadinya nggak masalah. Kami beristirahat disana, makan-makan, tidur sama shalat juga. Hehehe. Kami tidur cepat, karena berencana untuk muncak pada dini hari.


Malamnya sekitar pukul 02.00 gitu, kami bangun. Biasalah, proses bangunnya agak lama gimana gitu ._. jadinya kami baru muncak pukul 03.00. Sekali lagi, kalo gue gak salah inget #plakk

SHALAT SUBUH DI TENGAH PENDAKIAN
Pada saat di Pos Tujuh, kami beristirahat sejenak. Alhamdulillah disitu juga udah ada pondokannya. Walhasil, banyak yang tidur lagi. Setelah istirahat sekitar 20 menit, kami pun melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan, dari kejauhan terdengar sayup-sayup orang-orang bertilawah al-qur’an. Which is bikin gue amazed banget. Dari puncak Gunung bisa kedengeran gitu *mereka pake speaker*. Ketika melihat pemandangan pun, berasa kayak di Puncak gitu deh, kerlap-kerlip lamu kekuning-kungingan bikin keren suasana.


Akhirnya kita sampai di puncak sekitar pukul 06.00 pagi. Emang sih, niatnya mau ngincer sunrise gitu kan, tapi karena banyak juga yang baru pertama kali hiking, jadinya telat. Lagian pas udah di puncak juga, dalam keadaan gerimis. Jadinya masih banyak awan yang menutupi pemandangan.

Namun tentu kami gak kecewa donk. Bagaimanapun, alhamdulillah kami berhasil mendaki puncak tertinggi Jawa Tengah. Tentunya bukan perjuangan sendiri. Kami dibantu juga oleh kawan dari Mapala UNSOED gitu deh. Dan temen kami yang kuliah disana juga anggotanya. Hehehe.


Banyak pelajaran yang bikin gue kepikiran pas kegiatan keren ini. Maka dari itulah gue menuliskannya disini, berbagi sama kalian. Hehe. Semoga bisa diambil hikmahnya.

Hal yang gue tangkep adalah, “Jangan menyerah. Kita sudah berjalan terlalu jauh untuk berhenti”. Sebenernya itu semacam quote yang pernah gue baca, namun gue baru benar-benar ngerasain pas naik gunung ini.

Memang kadang ketika kita melakukan sesuatu hal, atau dalam kita mencapai impian, suka terbersit pikiran untuk nyerah gitu aja. Tentu karena ternyata banyak halang-rintang yang muncul dalam perjalan kita. Namun belajar dari kegiatan ini, gue jadi nyadar kalo kita gak boleh gampang nyerah. Kalo ada rintangan, justru itu akan menambah kapasitas diri kita. Meningkatkan kualitas diri kita, yang menandakan kalo kita bukanlah orang cemen. Dengan kita tetap melanjutkan perjalanan, menjadi bukti bahwa kita mampu. Kita bisa.


Kita harus menjadi orang kuat. Bahkan dalam suatu hadits dirwayatkan bahwa seorang mukmin yang kuat, lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Kita harus kuat. Kalo kita lemah, maka akan mudah saja para musuh Islam untuk melawan kita. Bisa-bisa gampang saja mereka melecehkan dan menginjak-injak martabat kita, kalo saja kita gak punya mental yang kuat.

Ngomongin “mental yang kuat”, tentu gue gak bermaksud bahwa mutlak “kuat” itu ditunjukan dengan badan yang kekar kayak Ade Ray atau semacam itu. Gue pribadi mikir, karena gak semua orang dikarunai kesehatan seperti kita. Ada yang lumpuh misalnya. Ada yang punya cacat bawaan lahir. Namun, bukan berarti mereka itu semata-mata lemah. Banyak dari orang-orang seperti mereka justru lebih sukses daripada orang yang lebih normal. Tentu itu berarti mereka mempunyai tekad dan mental yang kuat.

DARI PUNCAK GUNUNG SLAMET

Gue nulis ini sebagai motivasi buat diri gue pribadi juga. Karena yah, kadang gue juga sempet down misalnya, dalam menghadapi masalah. Namun dengan ini gue mengajak, yuk kita sama-sama mengupgrade diri, supaya kualitas diri kita menjadi semakin keren lagi.

Akhir kata, terima kasih buat temen-temen SMA yang udah ngajak gue ngelakuin perjalan ini. Ada Tholhah, Mamduh, Fawwaz, Fadhil, Rifqi, Rifai, Aldillah dan Shuhaib. Plus juga temen-temen dari sana, ada Sandy, Putri. 

TIM PENDAKI GUNUNG SLAMET

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Saling mengingatkan dan menjadi orang keren bareng-bareng dengan interpretasi diri kita masing-masing juga sih tentunya. Hehehe.

Stay Calm and Keep CERIA; Because You Are the Future Leader.
Peace, Love and Gaul~