6 Februari 2012

Satu Dalam Rafah. Sebuar Memoar

Keselamatan atasmu dan rahmat dari Allah serta barakahNya :D
Salam Sejahtera! Salam Super! Salam Olahraga! :D

Tulisan kali ini judulnya keren banget deh kalo kata gue :3 wahahahaha XD

          Tapi sudahlah, gak usah bahas judul. Mari kita bahas SADAR :D


SADAR. Satu Dalam Rafah. Majalah intra Pondok Pesantren Rafah alias sekolah gue :) Gue sempat berkecimpung menjadi salah satu awaknya untuk 2 kepengurusan. Pertama saat kelas X jadi Redaktur dan kelas XI jadi Wapimred (beuh).

Jadi kepengen nulis tentang SADAR tuh gara2 abis ngeliatin foto2 di foldernya si amuzt (http://amuztjadipenulis.blogspot.com) entah kenapa kebanyakan tulisan gue di blog ini yaa, gara2 abis liat foto atau baca buku ya, hehehe...

Perjumpaan awalku dengan SADAR adalah saat wisuda angkatan kedua di Pondok. Waktu itu SADAR-nya masih buletin. Monochrome pula. Banyak tersebar dimana-mana  -_- . SADAR kedua muncul saat Tarhib Ramadhan tahun 2006. Warnanya biru anyep gitu deh. Gak tau juga ya “anyep” tuh maksudnya apa, pernah baca pas di SADARnya ajah. Hehehe.

Setelah kemunculan dua buletinnya. Terbitlah SADAR dalam format baru. Majalah. Terbit satu bulan sekali. Edisi pertama ini covernya putih ada ijo-ijonya. Tapi kayaknya gak penting ya bahas cover. Hehehe. Sampai seterusnya tibalah saat aku kelas X.

Tahun 2008. SADAR terbit 3 bulan sekali karena ada sangkutpautnya dengan dana. Dan pengisian tiap edisinya diserahkan ke kelas masing-masing. Dari kelas X sampai kelas XII. Awal kelas X inilah yang bikin gue ngerasa personel SADAR tuh keren. Karena gue secara tidak terdaftar dijadiin pengurus perpus sama Kakak-kakak pengurus. Barulah sering berinteraksi dengan SADAR. Awal ini pula, beberapa teman kelasku dan adek kelas juga, digawang-gawang sebagai suksesor personel. Tentunya aku masuk ya. Hehe.

        Setelah sampai pertengahan tahun alias masuk semester 2. Ada yang namanya SITAR. Sidang Tahunan Redaksi. Dan secara terprediksi sebenernya. Gue jadi salah satu personel majalah SADAR. And the story begin... (jadi daritadi apaaa. Ahaha~)

Pengurus Tahun 2008-2009 SITAR

Personel SADAR kepengurusan tahun keempat, tahun 2009. Sebutin satu-satu ah yaa, boleh yaa. *gaya Afika* *bayangin sendiri*. Pimpinan Redaksi Ust. Andri. Wapimred Kak Aul (http://auliyanusyura.wordpress.com). Redpel Muhammad Ridwan. Sekretaris Ahmad Fadhil dan (Alm.) Azharul Fuad. Bendahara Shafrizal Maulana. Lay-Outer Muhammad Sofyan Suri dan *saya lupa namanya* *kasian dia ya?*. Redaktur Syamsul Bahri, Aldillah Abdul Hanif, Shuhaib Djunaidi, Tholhah Abdul Muiz aka Amuzt, Irfan Fadlurrahman, Muhammad Syaiful Fathan, dan gue sendiri.

Pengurus Tahun 2009.

Perjuangan baru saja dimulai dan saat itu pula rintangan menghadang. Edisi pertama kami dilarang beredar karena “belum izin ustadz-ustadz”. Merasa terpukul, tak percaya, bertanya-tanya. Tentu ada yang kesal mungkin ya.. *paling gue* tapi ternyata ada hikmahnya. Birokrasi itu penting. Dan akhirnya kita gak jadi bagi-bagiin SADAR ke santri. Walaupun sebenarnya ujuhng-ujungnya mereka ngambil sendiri-sendiri. *contoh militansi apa bukan ya? XD*. Kan yang gak boleh dibagiin  umum. Tapi karena banyak fans yaudah pada ngambil sendiri di perpus. Hehehehe.

Mengambil pelajaran dari sebelumnya. Kita kembali bergelut buat nerbitin edisi kedua. Tapi perjalanan mengembalikan semangat yang hampir pudar saat itu terasa.. gimanaaa gitu. Gak usah dibahas kali ya, nanti kalian tanya aja di komen #piss.

Gue sebagai redaktur ya kerjanya nyari/membuat sesuatu untuk ditulis. Gue juga ikut wawancara ustadz bareng Ridwan. Ngetik-ngetik. Ngedat-ngedit. Dll lah. Sampai akhirnya secara officially terbitlah edisi kedua (pertama) kami. Dan you know what. Sayangnya itu sekaligus edisi penutup kami. :’(

Perjalanan belum usai. Mau gak mau kepengurusan harus berlanjut. Karena di Pondok ada juga yang namanya OSPERA. Maka pergantian kepengurusan harus tetap berlangsung. Dibawah “SITAR” 2010 yang gue sebut unofficial gara2 gue gak ngikut. *galau di pojokan*. Terbentuklah kepengurusan SADAR tahun 2010. Dan ternyata gue jadi wapimred karena gue jadi pengurus perpustakaan. Tahun kedua gue aktif di SADAR. Ternyata gue jadi pusing kuadrat. Kalo dulu kan masih zaman suka galau, ngeluh gitu-gitu ya, *sekarang gak tau deh* jadi merasa berat karena pelajaran yang bukunya berat-berat.

SADAR Tahun 2010 ini sempet ada kejadian penting *menurut gue* yang terjadi. Pindah posisinya Irfan Fadlurrahman (Redpel) *tadinya perpus juga kayak gue* dituker sama Amuzt. Sejujurnya gak jauh beda sih. Pondok kecil. Ketemuan gampang. Gak jadi masalah. Tapi yang keren, wapimred jadi dua. Hehehe. Dan asiknya juga, Amuzt kan sekelas sama gue :3

Tahun ini terbit 2 edisi. Masih belum ada kemajuan *sedih*. Hal ini sedikit banyak dipengaruhi juga oleh berpulangnya salah satu personel kami, Azharul Fuad (sekretaris). Kemudia Faruq deh ditunjuk jadi penggatinya. Dan sebagai tugas terakhir wapimred. Amuzt sama gue ngurusin SITAR 2011 yang sekarang mah official doonk *karena gue ngikut* *gak jelas* *abaikan*. Harapannya SADAR setelah ane “Bangkit Menuju Pencerahan” hehehe. Sesuai tagline SITAR’a ;)


Dan yaa, sebagai penutup tulisan yang dibuat secara tiba-tiba ini. Semoga SADAR kembali ke masa jayanya. Semoga SADAR kembali dapat mencerahkan pemuda-pemuda Rafah khususnya, dan pemuda-pemuda bangsa umumnya.

SADAR. Satu Dalam Rafah.